Fireworks Wednesday (2006): Letupan Berumah Tangga

Fireworks Wednesday (2006): Letupan Berumah Tangga

Asghar Farhadi mampu mengungkap permasalahan rumah tangga yang sewaktu-waktu bisa "meledak" bak gudang petasan. Kembang api hari Rabu tidak hanya mengajak kita mengetahui kondisi rumah tangga pasangan di Iran, tapi juga menempatkan kita pada posisi ragu untuk memihak. Sorotan film ini bisa menunjukkan perkembangan persoalan rumah tangga dalam film Farhadi.

Masalah rumah tangga keluarga kelas menengah menjadi latar belakang yang beberapa kali dipilih Farhadi dalam beberapa karyanya. Contohnya dapat ditemukan di Pemisahan (2011) yang memenangkan Oscar dan Film Asing Terbaik Masa lalu (2013) yang membuat Bérénice Bejo memenangkan penghargaan aktris terbaik Festival Film Cannes. Dengan latar belakang budaya Timur dan budaya Iran, suasana yang dihadirkan film Farhadi berbeda dengan sutradara Eropa yang membahas isu serupa.

Di Sebuah Pemisahan, Farhadi menceritakan pertarungan ego suami istri yang bertekad untuk berpisah dan menghindari mediasi. Adegan dibuka dengan pernyataan mereka di pengadilan. Sang istri menggugat suaminya karena tidak menuruti keinginannya untuk keluar dari Iran. Sang suami menolak dengan alasan merawat ayahnya yang mengidap Alzheimer. Termeh, sang anak, harus memilih tinggal bersama ibu atau ayahnya.

Menyalakan Masa lalu, cerita yang ditawarkan Asghar cukup kompleks dan berkembang Pemisahan. Ada masalah rekonsiliasi dan upaya untuk membangun bahtera rumah tangga baru. Ahmad, seorang Iran, bertemu kembali dengan mantan istrinya yang berkebangsaan Prancis, Marie. Ahmad kembali ke kehidupan Marie karena putrinya Lucie mengalami gangguan psikologis akibat trauma perpisahan. Sementara itu, Marie sedang membangun hubungan baru dengan Samir, pria yang sudah beristri.

Sedangkan untuk bagian dalamnya Kembang api hari RabuFilm Farhadi yang dibuat sebelum kedua film di atas merupakan konflik perpisahan dalam film berjudul aslinya. Chaharshanbe-soori Beda: ada masalah perzinaan sebagai alasan umum perpisahan. Selain itu, dalam film ini, Farhadi tidak melibatkan anak dalam urusan perpisahan. Ini akan diterbitkan oleh pembuat film Iran ini Pemisahan dan Masa lalu. Di PemisahanKami sangat terpukul ketika Termeh, sang anak, matanya berkaca-kaca dan lidahnya kehilangan gerak karena dia harus memutuskan untuk tinggal bersama ayah atau ibunya setelah perceraian.

Kembang api hari Rabu ambil sudut pandang cerita di luar suami istri yang sedang berkonflik. Asghar menggunakan perspektif seorang wanita muda yang akan menikah. Melalui karakter Roohi (Taraneh Alidoosti) yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga yang dipanggil dalam film ini, kami mengambil bagian dalam suasana rumah tangga Morteza (Hamid Farokhnezhad) dan Mozhde (Hediyeh Tehrani). Roohi dipanggil untuk membantu membereskan apartemen pasangan itu. Di awal cerita, ada gambaran apartemen pasangan itu masih berantakan: barang-barang yang berkemas, mau pindah atau baru pindah, dan kaca jendela pecah berserakan di mana-mana.

Lalu, ada adegan Mozhde sang istri meminta Roohi keluar dari apartemennya karena tidak suka orang lain di rumahnya. Dia juga cepat memeriksa sesuatu, mencium lemari pakaian, dan menempelkan telinganya ke dinding untuk mencuri suara. Tingkah laku Mohzde menjadi misteri yang coba ditawarkan kisah ini: benarkah suaminya mencintai wanita lain?

Masalah ini dihadirkan dengan latar belakang perayaan kembang api dan petasan di Iran. Di sepanjang film, Anda bisa mendengar suara samar petasan yang terhubung dari kejauhan. Semacam metafora untuk kondisi gambar anak tangga Mozhde dan Morteza yang siap meledak, suara petasan dari kejauhan mengkonkretkan suasana yang dibangun ke dalam cerita.

Baca:  Review Film The Old Guard (2020): Keabadian yang Terbatas

Mozhde mencurigai suaminya, Morteza, memiliki hubungan dengan Simin (Sahar Dolatshahi), wanita yang juga tinggal di gedung apartemen. Inilah yang perlahan dipelajari Roohi, gadis yang akan menikah dalam waktu dekat. Mozhde meminta Roohi untuk menggunakan salon Morteza untuk mempersiapkan riasan pernikahan dan sambil mencari tahu tentang wanita yang mencuri suaminya.

Seiring cerita berlanjut, Roohi mulai mengetahui masalah sebenarnya. Dia menyukai kita, sadar atau tidak sadar, akan memberikan penilaian benar dan salah dalam hubungan rumah tangga Mozhde dan Morteza. Roohi yang akan menikah mulai mengetahui kompleksitas hubungan dalam rumah tangga dan masalah kesetiaan.

Alih-alih mengungkapkan masalah sebenarnya, Roohi menyimpan semua fakta dengan ketat dan membiarkan hubungan rumah tangga pengguna jasanya baik-baik saja. Ia tidak menempatkan dirinya pada posisi Mozhde dan menempatkan calon pasangannya sebagai Morteza. Secara tidak langsung, dia menganggapnya biasa saja.

Di sisi lain, sikap Roohi menunjukkan konsep pernikahan yang absurd. Pernikahan selalu dipenuhi dengan rasa sakit dan kesedihan. Namun hal tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan seseorang hingga saat ini. Karena berbagai alasan, seseorang membangun rumah tangga dan memiliki cita-cita yang paling ideal. Di sisi lain, ia siap menerima kesengsaraan, kekecewaan, kesedihan, dan luka hidup.

Menafsirkan Perpisahan

Alih-alih membuat cerita untuk membangun hubungan, Asghar Farhadi menghadirkan kisah perpisahan yang menjadi bab rumah tangga. Asghar menjelaskan soal perpisahan bukanlah keputusan mutlak suami. Permintaan cerai tidak ditanggapi dengan ancaman dan kekerasan oleh suami terhadap istri.

Selain itu, tidak ada ketergantungan ekonomi karena ceritanya kelas menengah dan tidak ada rasa bersalah atas pertimbangan dosa. Inilah yang digambarkan oleh tokoh-tokoh sentral Kembang api Rabu, dan Masa lalu. Persoalan perpisahan bisa muncul sewaktu-waktu dan diangkat oleh suami atau istri.

Sedangkan untuk bagian dalamnya Pemisahan, Farhadi menghadirkan pasangan dari kalangan bawah, Razieh dan Hojjat. Keduanya saling membutuhkan secara ekonomi, terutama istri, dan menganggap perpisahan itu bukan sesuatu yang baik, sesuatu yang harus dicegah semaksimal mungkin dan apa caranya. Selain itu, suami memiliki porsi yang besar dalam menentukan perpisahan. Kita bisa melihat ancaman tidak langsung yang sering dilakukan suami terhadap istrinya, yaitu memukuli dirinya sendiri saat ada masalah.

Beberapa film di atas, khususnya Rabu Fireworks, menunjukkan permasalahan yang sering dihadirkan Asghar Farhadi. Masalahnya adalah kerapuhan rumah tangga dan pertanyaan mendasar untuk membangun hubungan. Kemudian, sineas asal Iran ini juga menghadirkan berbagai perspektif perpisahan yang merupakan fase kehidupan dan mengajak penonton untuk menilai karakternya.

Fireworks Infographic Wednesday (2006): Letusan Pindah Rumah oleh ulasinema

Baca juga: A Separation (2011): The Riddle of Fair Meanings

Penulis: Anggino Tambunan
Editor: Muhammad Reza Fadillah

Posting Fireworks Wednesday (2006): Sebuah pop di rumah muncul pertama kali di klipinema.